Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 21 Agustus 2010

Peringatan Aneh (Abu Nawas)

1 komentar
Suatu hari Abu Nawas dipanggil Baginda.
"Abu Nawas." kata Baginda Raja Harun Al Rasyid memulai pembicaraan.
"Daulat Paduka yang mulia." kata Abu Nawas penuh takzim.
"Aku harus berterus terang kepadamu bahwa kali ini engkau kupanggil bukan
untuk kupermainkan atau kuperangkap. Tetapi aku benar-benar memerlukan
bantuanmu." kata Baginda bersungguh-sungguh.
"Gerangan apakah yang bisa hamba lakukan untuk Paduka yang mulia?" tanya
Abu Nawas.
"Ketahuilah bahwa beberapa hari yang lalu aku mendapat kunjungan
kenegaraan dari negeri sahabat. Kebetulan rajanya beragama Yahudi. Raja itu
adalah sahabat karibku. Begitu dia berjumpa denganku dia langsung
mengucapkan salam secara Islam, yaitu Assalamualaikum (kesejahteraan buat
kalian semua) Aku tak menduga sama sekali. Tanpa pikir panjang aku
menjawab sesuai dengan yang diajarkan oleh agama kita, yaitu kalau mendapat
salam dari orang yang tidak beragama Islam hendaklah engkau jawab dengan
Wassamualaikum (Kecelakaan bagi kamu) Tentu saja dia merasa tersinggung.
Dia menanyakan mengapa aku tega membalas salamnya yang penuh doa
keselamatan dengan jawaban yang mengandung kecelakaan. Saat itu sungguh
aku tak bisa berkata apa-apa selain diam. Pertemuanku dengan dia selanjutnya
tidak berjalan dengan semestinya. Aku berusaha menjelaskan bahwa aku hanya melaksanakan apa yang dianjurkan oleh ajaran agama Islam. Tetapi dia tidak
bisa menerima penjelasanku. Aku merasakan bahwa pandangannya terhadap
agama Islam tidak semakin baik, tetapi sebaliknya. Dan sebelum kami berpisah
dia berkata: Rupanya hubungan antara. kita mulai sekarang tidak semakin baik,
tetapi sebaliknya. Namun bila engkau mempunyai alasan laih yang bisa aku
terima, kita akan tetap bersahabat." kata Baginda menjelaskan dengan wajah
yang amat murung.
"Kalau hanya itu persoalannya, mungkin, hamba bisa memberikan alasan yang
dikehendaki rajaf sahabat Paduka itu yang mulia." kata Abu Nawas meyakinkan
Baginda.
Mendengar kesanggupan Abu Nawas, Baginda amat riang. Beliau berulang-ulang
menepuk pundak Abu Nawas. Wajah Baginda yang semula gundah gulana
seketika itu berubah cerah secerah matahari di pagi hari.
"Cepat katakan, wahai Abu Nawas. Jangan biarkan aku menunggu." kata
Baginda tak sabar.
"Baginda yang mulia, memang sepantasnyalah kalau raja Yahudi itu
menghaturkan ucapan salam keselamatan dan kesejahteraan kepada Baginda.
Karena ajaran Islam memang menuju keselamatan (dari siksa api neraka) dan
kesejahteraan (surga) Sedangkan Raja Yahudi itu tahu Baginda adalah orang
Islam. Bukankah Islam mengajarkan tauhid (yaitu tidak menyekutukan Allah
dengan yang lain, juga tidak menganggap Allah mempunyai anak. Ajaran tauhid
ini tidak dimiliki oleh agama-agama lain termasuk agama yang dianut Raja
Yahudi sahabat Paduka yang mulia. Ajaran agama Yahudi menganggap Uzair adalah anak Allah seperti orang Nasrani beranggapan Isa anak Allah. Maha Suci
Allah dari segala sangkaan mereka.Tidak pantas Allah mempunyai anak.
Sedangkan orang Islam membalas salam dengan ucapan Wassamualaikum
(kecelakaan bagi kamu) bukan berarti kami mendoakan kamu agar celaka.
Tetapi semata-mata karena ketulusan dan kejujuran ajaran Islam yang masih
bersedia memperingatkan orang lain atas kecelakaan yang akan menimpa
mereka bila mereka tetap berpegang teguh pada keyakinan yang keliru itu,
yaitu tuduhan mereka bahwa Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak." Abu
Nawas menjelaskan.
Seketika itu kegundahan Baginda Raja Harun Al Rasyid sirna. Kali ini saking
gembiranya Baginda menawarkan Abu Nawas agar memilih sendiri hadiah apa
yang disukai. Abu Nawas tidak memilih apa-apa karena ia berkeyakinan bahwa
tak selayaknya ia menerima upah dari ilmu agama yang ia sampaikan.
Read more...

Kamis, 19 Agustus 2010

kesombonganmu, petakamu!

1 komentar
hmmm......
sepertinya title di atas ini sangatlan penting! tapi entah kenap kita sering mengabaikan pengalaman-pengalaman yang kita dapat hari ini!
saya kemarin melihat suatu fenomena yang mungkin sudah sangat biasa dan mudah kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari!
prnahkah anda melihat orang yang bermain papan permainan catur! itu tu! masak belum tau sich!
lha pada saat saya meliahat orang yang memainkan permainan ini, saya menganggap ermainan ini biasa tapi setelah saya memperhatikan lebih lamjut, ternyata permainan ini begitu mengasyikkan dan tentunya juga mengasah otk kita!
TAPI......
bukan pengalaman itu yang saya dapat! ketika saya melihat pemain-pemain itu, itulah yang memberikan satu pengalaman baru dan suatu kesadaran yang berdampak sangat pada kehidupan saya di hari-hari selanjutnya!
OK! lets star critoku!
ketika saya melihat orang yang memainkan itu salah satu dari mereka adalah seorang yang dianggap sudah ahli! tapi yang satu lagi mengaku bahw dia adalah salah stu jagoan di kampungnya! jagoan catur maksute!!!
saat mereka bertemu si A ( yang dianggap ahli) menyombongkan diri pada si B ( jagoaan catur di kampung) tak berapa lama bermain salah stu tokoh utama si A dimakan oleh pemain si B (ratu) si A tentu kecewa, tapi sebaliknya si B! dia malah menyombongkan diri dan berkata "katane dah master! master |apa tu!!!) tentu si A naik pita! tapi keputusa si A sangat tepat! si A mencoba untuk menerimanya! llalu apa yang terjadi selanjutnya????
dengan tidak diduga si A mengalahkan si B bahkan setelah itu si B berturut-turut kalah dengan si A ataupun saat main dengan teman yang lain!

Teman Apa hikmah yang bisa kita ambil dari kisah itu??!!
bisa kita tarik kesimpulan bahwa kesombongan adalah sumberdari mmala petaka! gara-gara kesombongan kita sering lengah sehingga kesombongan itu bisa memakan empunya!
jadi sobat belajarlah untuk selalu menerima segala yang ada tapi ini bukan berarti pasrah! pasrah itu sendiri malah akan membunuh kita!
yakinlah bahwa di balik semua kejadian atau apapun pasti ada manfaatatnya!
Ok! jadi belajarlah untuk L E G O W O
see you next time!
Read more...

Rabu, 11 Agustus 2010

0 komentar


Mohon Maaf Atas Lahir dan Batin
Read more...